Cowok yang Serius Tidak akan Cari-Cari Alasan, Karena Dia Segera Menikahimu dengan Jalan yang Halal, Kalo Setuju Bagikan..



Trenz Corner Satu kalimat yang mesti dicamkan para gadis yang masih lajang. Kalau lelakimu cinta, memang seharusnya dibuktikan dengan menikahimu, bukan dengan mengajakmu berlama-lama pacaran tanpa kejelasan dan mengajak kesana kemari merasakan bahagia yang sesaat.

Cowok yang serius dan benar-benar mencintaimu akan segera mendatangi walimu, untuk melamarmu.

Tidak heran jika yang datang melamar akan selalu menang daripada yang setiap hari hanya ngajak jalan. Karena yang datang untuk melamar itu sudah jelas mengatakan kalau dirinya siap bertanggung jawab lahir dan batin, tidak heran jika yang datang melamar akan dipilih dan rela melepaskan yang setiap hari datang cuma untuk ngajak jalan-jalan kesana.

Pernikahan adalah tempat bermuaranya cinta sepasang manusia. Bukankah tujuan utama dari membina sebuah hubungan itu adalah pernikahan. Sudah tentu menikah adalah sebuah keharusan untuk menunjukkan kalau seseorang itu benar-benar mencintai.

Meski dia mencintaimu berlebihan, dia akan tetap melakukan dengan jalan yang halal.

Mencintai seseorang hingga berlebihan setelah menikah itu tidaklah masalah, karena yang kamu cintai adalah milikmu dan sudah halal. Berbeda dengan mencintai dia yang hanya

setatusnya sebagai pacarmu saja, karena pacarmu sekarang ini masih sangat mungkin untuk dimiliki orang lain. Pernikahan adalah sebuah perjanjian suci dimana Tuhan dan keluargamu menjadi saksi sebagai pemersatu hubunganmu.

Apa yang diucapkannya saat melakukan janji suci, adalah sesuatu yang wajib untuk dilakukan dan akan menjadi dosa besar jika diingkari. Bukan hanya berdosa pada wanita yang kamu nikahi saja, tapi juga pada Tuhanmu dan juga keluargamu sendiri.

Cowok serius pasti segera menikahimu, jadi keseriusan mana lagi yang kamu ragukan?

Menikah adalah satu-satunya jalan untuk mengekspresikan cinta kepada lawan jenis secara halal. Menikah Itu Menjaga Kesucian Cinta Itu Sendiri. Dengan mengajaknya menikah kamu sudah secara langsung memuliakan pasanganmu. Hanya dalam pernikahanlah kamu akan memuliakan pasangamu, apa yang kamu lakukan pada pasanganmu selama itu baik maka akan dianggap sebagai ibadah.

Dalam pernikahan, baik kamu atau pun dia, sama-sama dituntut untuk bergaul dengan baik. Saling memberikan hak satu sama lain, melayani, memberikan cinta, setia, perhatian dan masih banyak hal-hal baik lainnya yang harus dilakukan ketika menjadi pasangan suami istri. Begitulah seharusnya cinta, kamu punya hak penuh pada pasangamu dan meminta apapun pada pasanganmu selagi pasangamu mampu memberikannya.

Buat Yang Suka Nitip Anak Pada Orang Tuanya Sadarkah Kalian..? Ketahuilah Dosa nya..!


Di zaman saat ini ini, tak sedikit para ibu yang punyai pekerjaan di luar tempat tinggal menitipkan anaknya kepada kakek atau neneknya, entah semata-mata memberi sebagai bentuk bakti atau serupa gaji karena anak dititipi.

Tak dapat disangkal bahwa kewajiban mendidik anak adalah tanggungjawab utama orangtua kandung, karena mereka adalah amanat mulia yang dititipkan Allah pada kita dan insyaallah bisa menjadi investasi amal kebajikan di kemudian hari.


Namun, alih-alih memanfaatkan kesempatan 

menanamkan buah kebajikan pada anak, banyak orangtua yang mengalihkan sebagian besar waktu penjagaan kepada orang lain khususnya kepada ibu sendiri atau ibu mertua. Salah satu alasannya adalah demi mengejar karir.
 
Dalam masalah ini, cobalah kita bertanya pada diri kita sendiri dengan nurani. Apakah perbuatan kita tersebut bisa dikatakan benar dan bisa dibenarkan secara syariat atau tak?

Pertama, tanyakan dalam hati sanubari kita, apa sebenarnya yang melandasi perbuatan tersebut? Apakah karena orangtua kita lebih baik dalam mendidik anak-anak kita  Atau hanya demi mengejar karir?



Kedua, pastikan apakah orangtua kita merasa terhibur dengan kehadiran cucu-cucu di rumahnya setiap hari? Atau malah mengganggu kesibukan mereka, orangtua kita dengan usianya yang semakin senja dan tubuh yang tak seoptimal dahulu malah merasa kelelahan dan terbebani.



Apalagi jika kita tak memberikan bakti berupa uang lagi setelah orangtua kita berhenti menjaga anak-anak kita. takkah hal itu akan membuat orangtua merasa bahwa mereka hanya digaji karena menjaga anak-anak kita?


Perhatikanlah, jika niat kita hanya meraih jenjang karir yang tinggi kemudian orangtua terbebani maka perbuatan kita termasuk dzalim dan hal itu merupakan dosa.

Dosa karena telah mengesampingkan kewajiban mendidik anak sekaligus mendzalimi orangtua kita. Naudzubillah min dzalik.


sumber : wajibbaca.com

Ternyata Beginilah Rahasia Dukun Santet Terbongkar, Inilah Tanda-tandanya dan Cara Untuk Menghindarnya!! Yuk Sebarkan Biar Pada Tau ...



Disusun oleh : Perdana Akhmad , S.Psi (Founder Quranic Healing)

Ada seorang peruqyah Di Kuching Malaysia menemukan buhul sihir yang dikubur didalam sebuah kuburan di pemakaman umum.

Saat digali sudah berupa persis seperti pocongan orang yang meninggal. Saat dibuka ternyata didalamnya ada boneka berbusana merah (gaun wanita) yang boneka itu diikat 
dengan lilitan tali.

 
DAMPAK SIHIR BUHUL BONEKA INI SANGAT JAHAD !
Mereka yang terkena sihir ini memiliki ciri :
1. Selalu bermimpi berada di kuburan. Mimpi merasa terkurung dalam tanah. Merasa selalu ingin mati. Mimpi ketemu hantu dan orang mati.
2. Sesak nafas, jantungnya berdebar dengan keras dan merasa ketakutan amat sangat saat, badan lemas, gemetaran, keluar keringan dingin tanpa sebab atau terasa saat melewati kuburan atau saat mendengar berita kematian atau melihat ada orang mati.
3. Ikatan tali diseluruh tubuh boneka akan membuat korban sihir ini merasa tubuhnya terikat, tubuh semuanya sakit dan ngilu, tubuh susah digerakkan, bahkan bisa lumpuh dan tubuhnya kurus kering seperti mayat hidup.

CARA KERJA DUKUN
1. Dukun akan meminta benda yang pernah dipakai calon korban atau bagian tubuh korbannya (baju, celana, potongan kuku,rambut dll)
2. Jika tidak dapat benda yang pernah dipakai calon korban dan tidak dapat bagian tubuh korban maka dukun akan meminta foto korban.
3. Dukun akan meminta tanggal lahir, nama ibu korban.
4. Dukun memasukkan benda yang pernah dipakai, bagian tubuh, atau foto calon korban kedalam boneka yang dibuatnya.
5. Selama membuat boneka sihir, si dukun membaca mantra mantra meminta bantuan jin.
6. Dukun memberikan sesaji atau bahkan berkurban potong kambing atau sapi agar jin bersedia membantunya.
Jin akan mengikat nafs korban lalu mengurungnya didalam boneka tersebut atau menghubungkan jizm dan nafs korban sihir dengan buhul boneka (semacam tali ghoib).
Selama boneka ini dikubur didalam pekuburan maka selama itu pula korban sihir akan selalu merasa tersiksa lahir dan bathin sebab jiwa dan raganya menyatu secara ghoib dengan buhul boneka tersebut.

CARA PENANGGULANGAN SIHIR INI :
1. Menemukan buhul sihirnya lalu menghancurkannya
2. Membaca doa doa Ruqyah
Penjelasan Syaikh Shalih bin Fauzan :
Syaikh ‘Allamah Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Alu Fauzan menjelaskan bahwa buhul harus dihancurkan agar sihir hilang atau tidak berulang :

Penulis: Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Alu Fauzan
1. Metode-metode syar’i apakah yang bisa anda nasehatkan untuk membentengi atau memelihara seseorang dari sihir? Dan apa langkah penyembuhan yang harus dilakukan jika seseorang telah terkena sihir (santet, tenung, guna-guna dan sejenisnya) ?

Jawab:
Metode syar’i yang bisa digunakan untuk menyembuhkan seseorang dari pengaruh sihir adalah sebagaimana yang telah disebutkan oleh Al ‘alamah Ibnul Qoyyim. Beliau berkata: “ Dan telah diriwiyatkan dari Nabi tentang cara penyembuhan bagi seseorang yang telah terkena sihir . Cara tersebut ada 2 macam :

Salah satunya , dan cara ini adalah yang paling utama yaitu Menemukan atau mengeluarkan buhul-buhul sihir dan menghancurkannya. Sebagaimana telah shohih dari Nabi ketika beliau terkena sihir, beliau meminta kepada Allah agar diperlihatkan tempat buhul-buhul sihir itu. Maka Allah mengabulkan permohonan beliau. Lalu beliau mengeluarkan buhul-buhul sihir itu dari dalam sumur. Maka ketika buhul-buhul itu telah dikeluarkan, maka hilanglah pengaruh sihir pada diri Nabi, seakan-akan dilepaskan tali dari (ikatan) simpulnya .”


Sampai kemudian Ibnul Qoyyim mengatakan :” dan termasuk langkah penyembuhan yang paling bermanfaat dalam menghilangkan sihir adalah dengan pengobatan ilahiyah berupa dzikir-dzikir, membaca ayat-ayat Qur’an dan do’a-do’a yang disyariatkan …

Ini adalah cara kedua untuk menyembuhkan seseorang dari pengaruh sihir yaitu dengan do’a-do’a yang disyariatkan, membaca Al Qur’an kepada orang yang terkena sihir (ruqyah),yaitu dengan membaca surat Al fatihah, surat Al Ikhlash, surat An Naas, surat Al Falaq, dan surat-surat yang lain, dan meniupkan dengan air ludah yang sangat sedikit (bukan meludah) kepada orang yang diruqyah. Dengan idzin Allah pengaruh sihir itu akan hilang .

(Diterjemahkan oleh Al Akh Abu Sulaiman dari majmu’ fataawa Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Alu Fauzan, Muraja’ah Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid) Sumber : Buletin Dakwah Al-Atsary, Semarang Edisi XX

CARA MENEMUKAN BUHUL BONEKA SIHIR :
1. Setiap selesai sholat fardhu dan selalu sholat tahajut lalu berdoa kepada Allah minta disembuhkan dari sakitnya dan minta petunjuk lokasi keberadaan buhul sihirnya.
2. Lakukan semua Sunnah sebelum tidur lalu berdoa pada Allah meminta dipertemukan dengan buhul sihir didalam mimpi setelah itu bacalah surat Al Baqarah 148 sebanyaknya sampai tertidur.
Jika dapat petunjuk segera menuju dimana buhul berada , ambil buhulnya , siram dengan bensin atau minyak tanah yang sudah di ruqyah lalu bakar.

CARA MENGHANCURKAN BUHUL DENGAN RUQYAH JARAK JAUH.
1. Kumpulkan semua keluarga pasien.
2. Pasien dan keluarga pasien sudah dalam keadaan berwudhu.
3. Peruqyah berdoa diaminkan oleh pasien dan seluruh keluarga pasien. Skript doanya " Ya Allah kami menghubungkan jiwa dan raga kami dengan buhul sihir yang telah menyakiti si ....... (Fulan/fulanah) , Ya Allah hubungkanlah bacaan Ruqyah kami dengan buhul sihir yang telah menyakiti Fulan/fulanan. Hancurkan lah, musnahkanlah semua buhul sihir itu ya Rab putuskan hubungan buhul sihir dengan jiwa raga Fulan/fulanah secara sempurna, aamiin.

4. Peruqyah beserta pasien beserta keluarga besar pasien menunjuk kearah barat dengan niat meruqyah buhul sihirnya. Lalu membaca Al Fatihah, ayat kursi, Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas 7x dengan keras bersama sama setiap selesai satu surat hembuskan udara dimulut niat menghembus buhulnya.
Dengan tehnik ini Alhamdulillah saya selalu berhasil menghancurkan buhulnya. Jangan heran jika pasien atau keluarga pasien mendapatkan fision atau kasyaf melihat buhulnya hancur terbakar atau melihat sosok jin jin terbakar.

5. Tehnik ini juga bisa untuk perang melawan dukun atau paranormal yang mengirim sihir, sudah banyak paranormal mati dengan tehnik ini tinggal diubah skript doanya " Ya Allah kami menghubungkan jiwa dan raga kami dengan PENYIHIR yang telah menyakiti si ....... (Fulan/fulanah) , Ya Allah hubungkanlah bacaan Ruqyah kami dengan PENYIHIR yang telah menyakiti Fulan/fulanan. Hancurkan lah, musnahkanlah PENYIHIR itu ya Rab putuskan hubungan sihir dengan jiwa raga Fulan/fulanah secara sempurna, aamiin.

6. Bisa dilakukan sendiri oleh pasien dan keluarga pasien tiap hari sampe hilang sihirnya.

7. Selesai melakukan tehnik ini baca 3 Qul tiupkan ditelapak tangan lalu usapkan keseluruh tubuh 3 kali dengan niat membersihkan diri dari imbas energi negatif yg mungkin berhubungan dengan peruqyah , pasien dan keluarga pasien.

AMALAN PASIEN :
1. Membaca Al Fatihah, Ayat Kursi, dengan niat pembentangan sehabis sholat dan mau tidur.
2. Baca 3 Qul tiupkan ditelapak tangan lalu usapkan keseluruh tubuh 3 kali dengan niat membersihkan jiwa raga dari buhul sihir dan membentengan diri sehabis sholat dan saat mau tidur.
3. Baca surat Al Mu'minun ayat 97 - 98 dengan khusyuk sebanyak 7x sehabis sholat dan mau tidur.
4. Berendam air ruqyah selama 40 harian.
5. Minum air ruqyah setiap hari.
6. Oleskan minyak zaitun Ruqyah setiap mau tidur keseluruh tubuh setiap mau tidur selama 40 harian.
Wallahu a'lam. (sumber: fb)

Bagi Kamu Para Pria, Ini Hak Seorang Ibu Terhadap Anaknya! Jangan Terlambat Mengetahui dan Menyesal!

Membangun keluarga sakinah merupakan dambaan kita semua. Dasarnya adalah masing-masing anggota keluarga tersebut harus bertaqwa. Salah satu manifestasi taqwa ialah berbuat baik kepada orang tua (birrul walidain). Perlu disadari, bahwa pernikahan itu bukan hanya ikatan 2 orang anak manusia, tetapi mengikat 2 keluarga besar.

Jadi pernikahan itu merupakan risalah agung membentuk ukhuwah yang luas yang dasarnya saling kenal (ta’aruf), saling memahami (tafahum), dan saling menolong (tafakul) antara suami-istri, keluarga suami dan keluarga istri. Bila masing-masing pihak ridha, maka nilai pernikahan yang sakinah serta diridhai orang tua akan terwujud.


Sebelum menikah, seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kewajiban yang besar kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibundanya. Bila seorang anak laki-laki yang telah menikah, maka kewajiban berbakti kepada ibu ini tidak hilang, jadi suami adalah hak ibunda.

Bagaimana dengan anak perempuan yang telah menikah? Nah, bagi anak perempuan yang telah menikah, maka haknya suami. Jadi istri berkewajiban berbakti pada suami. Karena setelah Ijab kabul, berpindahlah hak dan kewajiban seorang ayah kepada suami dari anak wanitanya. Begitu besar kewajiban berbakti pada suami, sampai rasul pernah bersabda,

“Bila boleh sesama manusia mengabdi (menyembah), maka aku akan menyuruh seorang istri mengabdi pada suaminya.”

Melansir islampos, dari Abu Hurairah r.a. berkata: Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ayahmu.” (Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Ada seseorang yang datang, disebutkan namanya Muawiyah bin Haydah r.a., bertanya: “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah saw: “Ibumu.” Dengan diulang tiga kali pertanyaan dan jawaban ini.

Pengulangan kata “ibu” sampai tiga kali menunjukkan bahwa ibu lebih berhak atas anaknya dengan bagian yang lebih lengkap, seperti al-bir (kebajikan), ihsan (pelayanan). Ibnu Al-Baththal mengatakan:

“Bahwa ibu memiliki tiga kali hak lebih banyak daripada ayahnya. Karena
 
kata ‘ayah’ dalam hadits disebutkan sekali sedangkan kata ‘ibu’ diulang sampai tiga kali. Hal ini bisa dipahami dari kerepotan ketika hamil, melahirkan, menyusui. Tiga hal ini hanya bisa dikerjakan oleh ibu, dengan berbagai penderitaannya, kemudian ayah menyertainya dalam tarbiyah, pembinaan, dan pengasuhan.

Hal itu diisyaratkan pula dalam firman Allah swt., “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun –selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun–, bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Luqman: 14)

Allah SWT menyamakan keduanya dalam berwasiat, namun mengkhususkan ibu dengan tiga hal yang telah disebutkan di atas.

Imam Ahmad dan Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adabul Mufrad, demikian juga Ibnu Majah, Al Hakim, dan menshahihkannya dari Al-Miqdam bin Ma’di Kariba, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Sesunguhnya Allah swt. telah berwasiat kepada kalian tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ayah kalian, kemudian berwasiat tentang kerabat dari yang terdekat.”

Hal ini memberikan kesan untuk memprioritaskan kerabat yang didekatkan dari sisi kedua orang tua daripada yang didekatkan dengan satu sisi saja. Memprioritaskan kerabat yang ada hubungan mahram daripada yang tidak ada hubungan mahram, kemudian hubungan pernikahan. Ibnu Baththal menunjukkan bahwa urutan itu tidak memungkinkan memberikan kebaikan sekaligus kepada keseluruhan kerabat.

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran tentang ibu yang lebih diprioritaskan dalam berbuat kebaikan dari pada ayah. Hal ini dikuatkan oleh hadits Imam Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim yang menshahihkannya, dari Aisyah r.a. berkata:

“Aku bertanya kepada Nabi Muhammad saw., siapakah manusia yang paling berhak atas seorang wanita?” Jawabnya, “Suaminya.” “Kalau atas laki-laki?” Jawabnya, “Ibunya.”

Demikian juga yang diriwayatkan Al-Hakim dan Abu Daud dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa ada seorang wanita yang bertanya:

“Ya Rasulallah, sesungguhnya anak laki-lakiku ini, perutku pernah menjadi tempatnya, air susuku pernah menjadi minumannya, pangkuanku pernah menjadi pelipurnya. Dan sesungguhnya ayahnya menceraikanku, dan hendak mencabutnya dariku.” Rasulullah saw. bersabda, “Kamu lebih berhak daripada ayahnya, selama kamu belum menikah.”

Maksudnya menikah dengan lelaki lain, bukan ayahnya, maka wanita itu yang meneruskan pengasuhannya, karena ialah yang lebih spesifik dengan anaknya, lebih berhak baginya karena kekhususannya ketika hamil, melahirkan dan menyusui.

[wajibbaca]

Subhanallah, Inilah Khasiat Dan Keutamaan Yang Anda Peroleh, Berwudhu Sebelum Tidur!!!!

Rasulullah SAW bersabda : " Barangsiapa tidur pada malam hari dalam kondisi suc! (berwudhu') jadi Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap 'Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur pada malam hari dalam kondisi selalu suc!, " (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r. a.). 
Berwudhu, meski sederhana, tetapi mempunyai manfaat yang begitu besar. Bahkan juga ulama fikih menerangkan hikmah wudhu sebagai sisi dari usaha untuk pelihara kebersihan fis!k serta rohani. 
Serta pasti setiap perintah Allah SWT itu mempunyai hikmah kebaikan dibaliknya. Dalam sekali kesibukan berwudhu, lima panca indera terserang semuanya tanpa ada terkecuali disapu oleh air wudhu. Mata, hidung, telinga & semua kulit badan. Ini benar-benar luar biasa!. 
 
Muhammad Kamil Abd Al-Shomad, mengutip sumber dari Al-I'jaz Al-Ilmiy fi Al-Islam wa Al-Sunnah AlNabawiyah, menerangkan kalau kegunaan segalanya yang diperintahkan dalam wudhu sangat besar untuk badan manusia. Dari mulai membersihkan tangan serta menyela-nyela jari, berkumur-kumur, memasukkan air kedalam lubang hidung, membasuh muka, membasuh ke-2 tangan hingga siku, menyeka kepala, membasuh telinga, sampai membasuh kaki sampai mata kaki. 
 
Lantas, bagaimana bila berwudhu dikerjakan sebelumnya tidur? Nah, beberapa ahli kesehatan didunia selalu menyarankan supaya kita mencuci kaki mulut serta muka sebelumnya tidur. Bahkan juga, beberapa ahli
 
kecantikan menghasilkan alat kecantikan supaya bisa melindungi kesehatan kulit muka. 
Selain itu pastinya saran untuk berwudhu juga meng4ndung nilai beribadah yang tinggi. Sebab saat seorang dalam kondisi suci. Bila seorang ada dalam kondisi suc!, bermakna ia dekat dengan Allah. Lantaran Allah akan dekat serta cinta pada beberapa orang yang ada dalam kondisi suc!. 
 
Manfaat Wudhu Sebelumnya Tidur 
Pertama, merilekskan 0t0t-0t0t sebelumnya beristirahat. 
Mungkin tidaklah terlalu banyak penjelasan. Dapat dibuktikan dalam pengetahuan kedokteran kalau percikan air yang karena umat muslim lakukan wudhu itu adalah satu cara atau langkah meng3nd0rkan 0t0t-0t0t yang kaku karna lelahnya dalam bekerja. Begitu di ambil efek positifnya kalau bila seorang itu sudah lakukan wudhu, jadi fikiran kita akan merasa santai. Badan tidak akan terasa lelah. 

Ke-2, membuat cerah kulit muka. 
Wudhu bisa membuat cerah kulit muka lantaran kinerja wudhu ini menyingkirkan noda yang membandel dalam kulit. Kotoran-kotoran yang melekat pada kulit muka kita bakal selalu hilang serta pastinya muka kita menjadi cerah serta bersih. 
Ketiga, didoakan malaikat. 

Dalam sabda Beliau yang disinggung di bagian atas, malaikat bakal selalu memberi do'a perlindungan pada umat muslim yang selalu wudhu sebelumnya tidur. Walau sebenarnya malaikat yaitu makhluk yang selalu berdzikir pada Allah. pasti do'anya bakal selalu dikabulkan juga oleh Allah. Oleh karenanya, selalu berwudhu itu yaitu hal yang harus kita kerjakan. islampos

Posting Status 'Timnas Kalah Gara-gara Sholat', Warga Ini Akhirnya dijadikan tersangka!

Gara-gara tulis status 'Timnas Kalah Gara-gara Sholat', Warga Batam Ini Akhirnya Masuk Bui, Diketahui Pemilik akun tersebut bernama Sabam Parulian, ia ditetapkan menjadi tersangka Polresta Barelang dan dijebloskan ke bui 12 tahun akibat komentarnya yang dianggap telah melakukan penistaan agama



Entah apa penyebabnya, usai laga final piala FFA, Sabtu (17/12/2016) malam. pemegang akun Sabam Parulian membuat tulisan di sebuah group daerah, jika kekalahan Timnas Indonesia akibat sholat yang dilakukan oleh
 
Timnas di Thailand sebelum bertanding.

"Makanya jangan sok sholat kau di thailand jadi kalah lu, Kalau gak sholat pasti kau menang. gara gara itu tuh" tulisnya di akun Facebook.

Melihat postingan yang mengandung SARA tersebut, Sontak netizen lain langsung membully akun Sabam Parulian dengan membalas di kolom komentar. Tak hanya itu, netizen yang marah langsung melaporkan pemilik akun tersebut.

Kapolresta Batelang, Kombes Pol Helmy Santika, mengatakan jika yang dilakukan oleh pemilik akun Sabam Parulian telah melanggar dan membuat masyarakat marah.

"Dia dilaporkan oleh netizen yang geram dengan statusnya di facebook," kata Helmy.

Warga Sagulung tersebut terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian. Ia dijerat dengan pasal 12 dan diancam dengan kurungan 12 tahun penjara.

"Dia sudah dalam pengawasan polisi dan telah ditetapkan menjadi tersangka. Dia dikenai pasal 28 dengan ancaman 12 tahun penjara," ujar Helmy

Kapolresta Barelang, berpesan kepada masyarakat yang menggunakan media sosial agar berhati-hati dalam penggunaannya. "Diharapkan masyarakat hati-hati menggunakan media sosial," pesan Kombes Helmy. 

[kabarmakkah]

Subhanallah Ternyata ada rahasia besar mengenai ubun-ubun yang dijelaskan dalam Alquran ...!!!!

Istilah ubun-ubun tentu tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Ubun-ubun terletak di kepala, biasanya berjumlah satu, tapi ada juga yang dua meskipun jarang.



Lantas, bagaimanakah Islam memandang ubun-ubun ini melalui penjelasan dalam Alquran?

Ternyata ada rahasia besar mengenai ubun-ubun yang dijelaskan dalam Alquran. Apabila kita mempelajari Alquran, maka kita akan menemukan istilah nashiyah sebagai ubun-ubun.
Istilah tersebut disifati Alquran dengan istilah kadzibah khathi'ah yang artinya durhaka lagi berdusta.

Sebuah dalil menjelaskan bahwa ubun-ubun telah berdusta dan durhaka. Inilah rahasia Alquran yang terungkap melalui pemikiran fungsi ubun-ubun.

Tugas bagian otak yang berada di ubun-ubun yaitu mengarahkan bagaimana seseorang berperilaku. Apabila seseorang telah berbohong atau berbuat salah, maka bagian otak yang mengambil keputusan ini adalah bagian otak di ubun-ubun.

Sebuah surah di dalam Al-Qur’an menjelaskan bahwa tidak ada satu binatang melata pun kecuali Allah yang memegang ubun-ubunnya. Selain itu,
 
terdapat doa Nabi yang menjelaskan jika beliau berlindung pada Allah dari kejahatan setiap dipegang ubun-ubunnya.

Saat Prof. Keith menceritakan penelitiannya, ia tidak hanya membahas tentang fungsi frontal lobe atau ubun-ubun di dalam otak manusia. Namun, pembahasan ini juga menyangkut fungsi ubun-ubun untuk otak binatang. Berdasarkan penelitian tersebut, ternyata ubun-ubun adalah pusat kendali dan pengaruh manusia, bahkan binatang yang juga memiliki otak.

Hal ini dibuktikan dengan suatu peristiwa di Amerika Serikat pada tahun 1842. Pada saat itu, terdapat pekerja yang tertusuk bagian ubun-ubunnya sehingga mempengaruhi perilaku dari orang tersebut, meskipun tidak berbahaya untuk tubuhnya. Dari sinilah, para dokter mulai memahami hubungan antara fungsi frontal lobe dengan perilaku manusia.

Penemuan rahasia dalam Alquran ini memberikan manfaat besar, khususnya di dunia medis atau kedokteran. Sepanjang sejarah, para peneliti tersebut belum pernah menemukan pengetahuan ini di buku kedokteran manapun. Apabila sudah sejak dari dulu mereka mengumpulkan buku pengobatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW maka bidang kedokteran pasti sudah berkembang pesat. Pembahasan fungsi ubun-ubun ini berasal dari kitab suci Al-Qur’an dimana semua perkara terdapat di dalamya. Hal ini membuktikan bahwa Allah memiliki segala ilmu di alam semesta ini. Dia lah Sang Maha Tahu.

Sebagai seorang muslim, kita harus meyakini kebenaran dari kandungan Al-Qur’an. Terlebih, semakin lama semakin banyak penemuan ilmiah yang berkaitan dengan fenomena yang ada di dalam Al-Qur’an. Para peneliti menemukan pengetahuan tentang ubun-ubun baru-baru ini. Sedangkan, kitab yang disampaikan oleh Nabi sudah ada sejak dulu. Lalu siapa yang telah memberi tahu Nabi mengenai hal yang bisa diketahui dari perkembangan zaman ini? Siapa lagi kalau tidak Allah SWT. Dia telah menunjukkan keagungan dan kuasa-Nya melalui hal ini.

[tribunsalam]