Ternyata Beginilah Rahasia Dukun Santet Terbongkar, Inilah Tanda-tandanya dan Cara Untuk Menghindarnya!! Yuk Sebarkan Biar Pada Tau ...



Disusun oleh : Perdana Akhmad , S.Psi (Founder Quranic Healing)

Ada seorang peruqyah Di Kuching Malaysia menemukan buhul sihir yang dikubur didalam sebuah kuburan di pemakaman umum.

Saat digali sudah berupa persis seperti pocongan orang yang meninggal. Saat dibuka ternyata didalamnya ada boneka berbusana merah (gaun wanita) yang boneka itu diikat 
dengan lilitan tali.

 
DAMPAK SIHIR BUHUL BONEKA INI SANGAT JAHAD !
Mereka yang terkena sihir ini memiliki ciri :
1. Selalu bermimpi berada di kuburan. Mimpi merasa terkurung dalam tanah. Merasa selalu ingin mati. Mimpi ketemu hantu dan orang mati.
2. Sesak nafas, jantungnya berdebar dengan keras dan merasa ketakutan amat sangat saat, badan lemas, gemetaran, keluar keringan dingin tanpa sebab atau terasa saat melewati kuburan atau saat mendengar berita kematian atau melihat ada orang mati.
3. Ikatan tali diseluruh tubuh boneka akan membuat korban sihir ini merasa tubuhnya terikat, tubuh semuanya sakit dan ngilu, tubuh susah digerakkan, bahkan bisa lumpuh dan tubuhnya kurus kering seperti mayat hidup.

CARA KERJA DUKUN
1. Dukun akan meminta benda yang pernah dipakai calon korban atau bagian tubuh korbannya (baju, celana, potongan kuku,rambut dll)
2. Jika tidak dapat benda yang pernah dipakai calon korban dan tidak dapat bagian tubuh korban maka dukun akan meminta foto korban.
3. Dukun akan meminta tanggal lahir, nama ibu korban.
4. Dukun memasukkan benda yang pernah dipakai, bagian tubuh, atau foto calon korban kedalam boneka yang dibuatnya.
5. Selama membuat boneka sihir, si dukun membaca mantra mantra meminta bantuan jin.
6. Dukun memberikan sesaji atau bahkan berkurban potong kambing atau sapi agar jin bersedia membantunya.
Jin akan mengikat nafs korban lalu mengurungnya didalam boneka tersebut atau menghubungkan jizm dan nafs korban sihir dengan buhul boneka (semacam tali ghoib).
Selama boneka ini dikubur didalam pekuburan maka selama itu pula korban sihir akan selalu merasa tersiksa lahir dan bathin sebab jiwa dan raganya menyatu secara ghoib dengan buhul boneka tersebut.

CARA PENANGGULANGAN SIHIR INI :
1. Menemukan buhul sihirnya lalu menghancurkannya
2. Membaca doa doa Ruqyah
Penjelasan Syaikh Shalih bin Fauzan :
Syaikh ‘Allamah Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Alu Fauzan menjelaskan bahwa buhul harus dihancurkan agar sihir hilang atau tidak berulang :

Penulis: Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Alu Fauzan
1. Metode-metode syar’i apakah yang bisa anda nasehatkan untuk membentengi atau memelihara seseorang dari sihir? Dan apa langkah penyembuhan yang harus dilakukan jika seseorang telah terkena sihir (santet, tenung, guna-guna dan sejenisnya) ?

Jawab:
Metode syar’i yang bisa digunakan untuk menyembuhkan seseorang dari pengaruh sihir adalah sebagaimana yang telah disebutkan oleh Al ‘alamah Ibnul Qoyyim. Beliau berkata: “ Dan telah diriwiyatkan dari Nabi tentang cara penyembuhan bagi seseorang yang telah terkena sihir . Cara tersebut ada 2 macam :

Salah satunya , dan cara ini adalah yang paling utama yaitu Menemukan atau mengeluarkan buhul-buhul sihir dan menghancurkannya. Sebagaimana telah shohih dari Nabi ketika beliau terkena sihir, beliau meminta kepada Allah agar diperlihatkan tempat buhul-buhul sihir itu. Maka Allah mengabulkan permohonan beliau. Lalu beliau mengeluarkan buhul-buhul sihir itu dari dalam sumur. Maka ketika buhul-buhul itu telah dikeluarkan, maka hilanglah pengaruh sihir pada diri Nabi, seakan-akan dilepaskan tali dari (ikatan) simpulnya .”


Sampai kemudian Ibnul Qoyyim mengatakan :” dan termasuk langkah penyembuhan yang paling bermanfaat dalam menghilangkan sihir adalah dengan pengobatan ilahiyah berupa dzikir-dzikir, membaca ayat-ayat Qur’an dan do’a-do’a yang disyariatkan …

Ini adalah cara kedua untuk menyembuhkan seseorang dari pengaruh sihir yaitu dengan do’a-do’a yang disyariatkan, membaca Al Qur’an kepada orang yang terkena sihir (ruqyah),yaitu dengan membaca surat Al fatihah, surat Al Ikhlash, surat An Naas, surat Al Falaq, dan surat-surat yang lain, dan meniupkan dengan air ludah yang sangat sedikit (bukan meludah) kepada orang yang diruqyah. Dengan idzin Allah pengaruh sihir itu akan hilang .

(Diterjemahkan oleh Al Akh Abu Sulaiman dari majmu’ fataawa Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Alu Fauzan, Muraja’ah Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid) Sumber : Buletin Dakwah Al-Atsary, Semarang Edisi XX

CARA MENEMUKAN BUHUL BONEKA SIHIR :
1. Setiap selesai sholat fardhu dan selalu sholat tahajut lalu berdoa kepada Allah minta disembuhkan dari sakitnya dan minta petunjuk lokasi keberadaan buhul sihirnya.
2. Lakukan semua Sunnah sebelum tidur lalu berdoa pada Allah meminta dipertemukan dengan buhul sihir didalam mimpi setelah itu bacalah surat Al Baqarah 148 sebanyaknya sampai tertidur.
Jika dapat petunjuk segera menuju dimana buhul berada , ambil buhulnya , siram dengan bensin atau minyak tanah yang sudah di ruqyah lalu bakar.

CARA MENGHANCURKAN BUHUL DENGAN RUQYAH JARAK JAUH.
1. Kumpulkan semua keluarga pasien.
2. Pasien dan keluarga pasien sudah dalam keadaan berwudhu.
3. Peruqyah berdoa diaminkan oleh pasien dan seluruh keluarga pasien. Skript doanya " Ya Allah kami menghubungkan jiwa dan raga kami dengan buhul sihir yang telah menyakiti si ....... (Fulan/fulanah) , Ya Allah hubungkanlah bacaan Ruqyah kami dengan buhul sihir yang telah menyakiti Fulan/fulanan. Hancurkan lah, musnahkanlah semua buhul sihir itu ya Rab putuskan hubungan buhul sihir dengan jiwa raga Fulan/fulanah secara sempurna, aamiin.

4. Peruqyah beserta pasien beserta keluarga besar pasien menunjuk kearah barat dengan niat meruqyah buhul sihirnya. Lalu membaca Al Fatihah, ayat kursi, Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas 7x dengan keras bersama sama setiap selesai satu surat hembuskan udara dimulut niat menghembus buhulnya.
Dengan tehnik ini Alhamdulillah saya selalu berhasil menghancurkan buhulnya. Jangan heran jika pasien atau keluarga pasien mendapatkan fision atau kasyaf melihat buhulnya hancur terbakar atau melihat sosok jin jin terbakar.

5. Tehnik ini juga bisa untuk perang melawan dukun atau paranormal yang mengirim sihir, sudah banyak paranormal mati dengan tehnik ini tinggal diubah skript doanya " Ya Allah kami menghubungkan jiwa dan raga kami dengan PENYIHIR yang telah menyakiti si ....... (Fulan/fulanah) , Ya Allah hubungkanlah bacaan Ruqyah kami dengan PENYIHIR yang telah menyakiti Fulan/fulanan. Hancurkan lah, musnahkanlah PENYIHIR itu ya Rab putuskan hubungan sihir dengan jiwa raga Fulan/fulanah secara sempurna, aamiin.

6. Bisa dilakukan sendiri oleh pasien dan keluarga pasien tiap hari sampe hilang sihirnya.

7. Selesai melakukan tehnik ini baca 3 Qul tiupkan ditelapak tangan lalu usapkan keseluruh tubuh 3 kali dengan niat membersihkan diri dari imbas energi negatif yg mungkin berhubungan dengan peruqyah , pasien dan keluarga pasien.

AMALAN PASIEN :
1. Membaca Al Fatihah, Ayat Kursi, dengan niat pembentangan sehabis sholat dan mau tidur.
2. Baca 3 Qul tiupkan ditelapak tangan lalu usapkan keseluruh tubuh 3 kali dengan niat membersihkan jiwa raga dari buhul sihir dan membentengan diri sehabis sholat dan saat mau tidur.
3. Baca surat Al Mu'minun ayat 97 - 98 dengan khusyuk sebanyak 7x sehabis sholat dan mau tidur.
4. Berendam air ruqyah selama 40 harian.
5. Minum air ruqyah setiap hari.
6. Oleskan minyak zaitun Ruqyah setiap mau tidur keseluruh tubuh setiap mau tidur selama 40 harian.
Wallahu a'lam. (sumber: fb)

Bagi Kamu Para Pria, Ini Hak Seorang Ibu Terhadap Anaknya! Jangan Terlambat Mengetahui dan Menyesal!

Membangun keluarga sakinah merupakan dambaan kita semua. Dasarnya adalah masing-masing anggota keluarga tersebut harus bertaqwa. Salah satu manifestasi taqwa ialah berbuat baik kepada orang tua (birrul walidain). Perlu disadari, bahwa pernikahan itu bukan hanya ikatan 2 orang anak manusia, tetapi mengikat 2 keluarga besar.

Jadi pernikahan itu merupakan risalah agung membentuk ukhuwah yang luas yang dasarnya saling kenal (ta’aruf), saling memahami (tafahum), dan saling menolong (tafakul) antara suami-istri, keluarga suami dan keluarga istri. Bila masing-masing pihak ridha, maka nilai pernikahan yang sakinah serta diridhai orang tua akan terwujud.


Sebelum menikah, seorang anak, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kewajiban yang besar kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibundanya. Bila seorang anak laki-laki yang telah menikah, maka kewajiban berbakti kepada ibu ini tidak hilang, jadi suami adalah hak ibunda.

Bagaimana dengan anak perempuan yang telah menikah? Nah, bagi anak perempuan yang telah menikah, maka haknya suami. Jadi istri berkewajiban berbakti pada suami. Karena setelah Ijab kabul, berpindahlah hak dan kewajiban seorang ayah kepada suami dari anak wanitanya. Begitu besar kewajiban berbakti pada suami, sampai rasul pernah bersabda,

“Bila boleh sesama manusia mengabdi (menyembah), maka aku akan menyuruh seorang istri mengabdi pada suaminya.”

Melansir islampos, dari Abu Hurairah r.a. berkata: Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ayahmu.” (Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Ada seseorang yang datang, disebutkan namanya Muawiyah bin Haydah r.a., bertanya: “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah saw: “Ibumu.” Dengan diulang tiga kali pertanyaan dan jawaban ini.

Pengulangan kata “ibu” sampai tiga kali menunjukkan bahwa ibu lebih berhak atas anaknya dengan bagian yang lebih lengkap, seperti al-bir (kebajikan), ihsan (pelayanan). Ibnu Al-Baththal mengatakan:

“Bahwa ibu memiliki tiga kali hak lebih banyak daripada ayahnya. Karena
 
kata ‘ayah’ dalam hadits disebutkan sekali sedangkan kata ‘ibu’ diulang sampai tiga kali. Hal ini bisa dipahami dari kerepotan ketika hamil, melahirkan, menyusui. Tiga hal ini hanya bisa dikerjakan oleh ibu, dengan berbagai penderitaannya, kemudian ayah menyertainya dalam tarbiyah, pembinaan, dan pengasuhan.

Hal itu diisyaratkan pula dalam firman Allah swt., “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun –selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun–, bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Luqman: 14)

Allah SWT menyamakan keduanya dalam berwasiat, namun mengkhususkan ibu dengan tiga hal yang telah disebutkan di atas.

Imam Ahmad dan Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adabul Mufrad, demikian juga Ibnu Majah, Al Hakim, dan menshahihkannya dari Al-Miqdam bin Ma’di Kariba, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Sesunguhnya Allah swt. telah berwasiat kepada kalian tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ayah kalian, kemudian berwasiat tentang kerabat dari yang terdekat.”

Hal ini memberikan kesan untuk memprioritaskan kerabat yang didekatkan dari sisi kedua orang tua daripada yang didekatkan dengan satu sisi saja. Memprioritaskan kerabat yang ada hubungan mahram daripada yang tidak ada hubungan mahram, kemudian hubungan pernikahan. Ibnu Baththal menunjukkan bahwa urutan itu tidak memungkinkan memberikan kebaikan sekaligus kepada keseluruhan kerabat.

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran tentang ibu yang lebih diprioritaskan dalam berbuat kebaikan dari pada ayah. Hal ini dikuatkan oleh hadits Imam Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim yang menshahihkannya, dari Aisyah r.a. berkata:

“Aku bertanya kepada Nabi Muhammad saw., siapakah manusia yang paling berhak atas seorang wanita?” Jawabnya, “Suaminya.” “Kalau atas laki-laki?” Jawabnya, “Ibunya.”

Demikian juga yang diriwayatkan Al-Hakim dan Abu Daud dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa ada seorang wanita yang bertanya:

“Ya Rasulallah, sesungguhnya anak laki-lakiku ini, perutku pernah menjadi tempatnya, air susuku pernah menjadi minumannya, pangkuanku pernah menjadi pelipurnya. Dan sesungguhnya ayahnya menceraikanku, dan hendak mencabutnya dariku.” Rasulullah saw. bersabda, “Kamu lebih berhak daripada ayahnya, selama kamu belum menikah.”

Maksudnya menikah dengan lelaki lain, bukan ayahnya, maka wanita itu yang meneruskan pengasuhannya, karena ialah yang lebih spesifik dengan anaknya, lebih berhak baginya karena kekhususannya ketika hamil, melahirkan dan menyusui.

[wajibbaca]

Subhanallah, Inilah Khasiat Dan Keutamaan Yang Anda Peroleh, Berwudhu Sebelum Tidur!!!!

Rasulullah SAW bersabda : " Barangsiapa tidur pada malam hari dalam kondisi suc! (berwudhu') jadi Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap 'Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur pada malam hari dalam kondisi selalu suc!, " (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r. a.). 
Berwudhu, meski sederhana, tetapi mempunyai manfaat yang begitu besar. Bahkan juga ulama fikih menerangkan hikmah wudhu sebagai sisi dari usaha untuk pelihara kebersihan fis!k serta rohani. 
Serta pasti setiap perintah Allah SWT itu mempunyai hikmah kebaikan dibaliknya. Dalam sekali kesibukan berwudhu, lima panca indera terserang semuanya tanpa ada terkecuali disapu oleh air wudhu. Mata, hidung, telinga & semua kulit badan. Ini benar-benar luar biasa!. 
 
Muhammad Kamil Abd Al-Shomad, mengutip sumber dari Al-I'jaz Al-Ilmiy fi Al-Islam wa Al-Sunnah AlNabawiyah, menerangkan kalau kegunaan segalanya yang diperintahkan dalam wudhu sangat besar untuk badan manusia. Dari mulai membersihkan tangan serta menyela-nyela jari, berkumur-kumur, memasukkan air kedalam lubang hidung, membasuh muka, membasuh ke-2 tangan hingga siku, menyeka kepala, membasuh telinga, sampai membasuh kaki sampai mata kaki. 
 
Lantas, bagaimana bila berwudhu dikerjakan sebelumnya tidur? Nah, beberapa ahli kesehatan didunia selalu menyarankan supaya kita mencuci kaki mulut serta muka sebelumnya tidur. Bahkan juga, beberapa ahli
 
kecantikan menghasilkan alat kecantikan supaya bisa melindungi kesehatan kulit muka. 
Selain itu pastinya saran untuk berwudhu juga meng4ndung nilai beribadah yang tinggi. Sebab saat seorang dalam kondisi suci. Bila seorang ada dalam kondisi suc!, bermakna ia dekat dengan Allah. Lantaran Allah akan dekat serta cinta pada beberapa orang yang ada dalam kondisi suc!. 
 
Manfaat Wudhu Sebelumnya Tidur 
Pertama, merilekskan 0t0t-0t0t sebelumnya beristirahat. 
Mungkin tidaklah terlalu banyak penjelasan. Dapat dibuktikan dalam pengetahuan kedokteran kalau percikan air yang karena umat muslim lakukan wudhu itu adalah satu cara atau langkah meng3nd0rkan 0t0t-0t0t yang kaku karna lelahnya dalam bekerja. Begitu di ambil efek positifnya kalau bila seorang itu sudah lakukan wudhu, jadi fikiran kita akan merasa santai. Badan tidak akan terasa lelah. 

Ke-2, membuat cerah kulit muka. 
Wudhu bisa membuat cerah kulit muka lantaran kinerja wudhu ini menyingkirkan noda yang membandel dalam kulit. Kotoran-kotoran yang melekat pada kulit muka kita bakal selalu hilang serta pastinya muka kita menjadi cerah serta bersih. 
Ketiga, didoakan malaikat. 

Dalam sabda Beliau yang disinggung di bagian atas, malaikat bakal selalu memberi do'a perlindungan pada umat muslim yang selalu wudhu sebelumnya tidur. Walau sebenarnya malaikat yaitu makhluk yang selalu berdzikir pada Allah. pasti do'anya bakal selalu dikabulkan juga oleh Allah. Oleh karenanya, selalu berwudhu itu yaitu hal yang harus kita kerjakan. islampos

MAsya Allah !!! Inilah 6 Janji Allah Untuk Orang Yang Rajin Sedekah, No 4 Paling Istimewa

Sedekah adalah perbuatan untuk
memberbagi materi alias jasa dengan tujuan meringankan beban alias memtersanjungkan nasib orang lain. Tak hanya barang serta uang, bahkan senyum pun telah dikualitas sebagai suatu  sedekah








Tindakan ini adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sebab tidak hanya bisa menolong sesama, Allah SWT juga bakal membalasnya dengan pahala bagi mereka yang tulus ikhlas  meperbuatnya.

Nyatanya, sedekah ini mempunyai beberapa macam keutamaan serta kegunaaan. Faktor ini sesuai dengan janji Allah yang tersedia dalam Al-Qur’an serta hadist. Lalu  apa sajakah janji Allah terhadap orang-orang yang bersedekah? Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Sedekah bisa Menghilangkan Dosa

Janji Allah yang pertama bagi orang yang rajin bersedekah adalah bahwa sedekah itu bisa menghilangkan dosa orang yang mengerjakannya. Faktor ini tertera dalam suatu  hadist, Rasulullah SAW bersabda:

"Sedekah bisa menghilangkan dosa sebagaimana air memadamkan api." [HR. Tirmidzi]

Akan tetapi, janji tersebut bakal dipenuhi apabila sedekah itu disertai dengan taubat atas dosa yang telah diperbuat. Terlebih lagi apabila orang yang dengan sengaja meperbuat maksiat semacam korupsi, memakan riba, mencuri. Mengambil hak anak yatim serta lainnya, tak berlaku sedekahnya apabila ia bersedekah hanya berfungsi supaya dosa-dosanya tersebut impas.
.
2. Memperoleh Naungan di Hari Akhir

Tidak hanya bisa menghilangkan dosa, nyatanya amalan sedekah juga dijanapabilan bakal mendapat naungan di hari akhir nanti. Rasulullah SAW menceritakan tentang 7 tipe manusia yang mendapat naungan di hari akhir yang ketika itu tak ada lagi naungan tidak hanya naungan dari Allah. Salah satu jenisnya adalah mereka yang rajin 
bersedekah.

"Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu hingga-sampai tangan kirinya tak mengenal apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya." [HR. Bukhari]

3. Allah Melipatgandakan Pahala Orang yang Bersedekah
Janji Allah selanjutnya terhadap mukmin yang rajin bersedakah adalah Allah bakal melipatgandakan pahala bagi mereka. Faktor tersebut sesuai dengan firman Allah Ta’ala yang artinya:

"Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah serta Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan serta meminjamkan terhadap Allah pinjaman yang baik, niscaya bakal dilipatgandakan (ganjarannya) terhadap mereka; serta bagi mereka pahala yang tak sedikit." [QS. Al-Hadid ayat 18]

4. Tersedia Pintu Surga yang Hanya bisa Dimasuki Orang yang Bersedekah
Dalam suatu  hadits, Rasulullah bersabda : "Orang memberbagi menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia bakal dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: "Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan" Apabila ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia bakal dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka bakal dipanggil dari pintu jihad, apabila ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah bakal dipanggil dari pintu sedekah." [HR. Bukhari serta Muslim]

5. Bisa Membebaskannya dari Siksa Kubur
Selain memperoleh surga yang khusus, orang yang rajin bersedekah juga dijanapabilan bakal dibebaskan dari siksa kubur. Rasulullah SAW bersabda,

"Sedekah bakal memadamkan api siksaan di dalam kubur." [HR. Ath-Thabrani]

6. Menjauhkan Diri dari Api Neraka
Janji Allah terbaru terhadap mereka yang rajin bersedekah adalah bakal menjauhkan diri dari api neraka. Nyatanya meskipun hanya sedekah dengan jumlah yang sedikit, tetapi sedekah tersebut mempunyai andil untuk menjauhkan diri dari api neraka. Terus tak sedikit sedekah yang diperbuat, maka bakal terus jauhlah darinya. Rasulullah SAW bersabda:

"Jauhilah api neraka, meski hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Apabila kalian tak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah" [HR. Bukhari serta Muslim]

Demikianlah ulasan tentang enam janji Allah SWT terhadap mukmin yang rajin bersedekah. Sungguh tak sedikit keutamaan yang bakal diperoleh mukmin yang gemar bersedakah ini. Untuk itu, keluarkan sedikit harta untuk bersedekah, supaya Allah memberbagi kami janji-janji mulia tersebut.

Sering Bacalah Ayat Ini Saat Sulit, Maka Allah Akan Kirim Seribu Malaikat Untuk Membantu Kesulitan Kita



Tersebutlah seorang laki-laki yang menempuh perjalanan dari Damaskus menuju Zabadani. Di tengah jalan, ada laki-laki lain yang berniat menyewa keledainya. Meski tak dikenal, ia mengizinkan laki-laki asing untuk menyewa keledainya. Keduanya berjalan menuju satu lokasi, beriringan.

“Ayo lewat arah sini,” ajak laki-laki penyewa keledai. 
“Tidak, aku belum pernah lewat jalan itu. Mari tempuh jalan yang lain.” jawab si laki-laki. Mengelak. 

“Tenang saja,” rayu laki-laki penyewa keledai, “aku yang akan menjadi penujuk jalan.” 
Keduanya pun berunding hingga laki-laki pertama mengikuti saran laki-laki yang menyewa keledainya.

Tak lama setelah itu, keduanya sampai di sebuah tempat yang sukar dilalui. Medannya terjal dan curam. Laki-laki pemilik keledai melihat ada beberapa mayat tergeletak di sana. 
Tak dinyana, laki-laki yang menyewa keledainya turun sembari menodongkan sebilah pedang. “Turunlah segera! Aku akan membunuhmu!” 
Laki-laki pemilik keledai pun berlari sekuat kemampuannya. Ia berusaha menghindar, tapi sia-sia karena sukarnya medan yang harus dilalui. 
“Ambil saja keledai kepunyaanku.
Bebaskan aku.” ujar laki-laki pemilik keledai. Nyawanya terancam.
“Pasti. Aku tidak akan menyia-nyiakan keledaimu. Tapi, aku juga ingin membunuhmu.” Gertak si laki-laki. Bengis. 

Tak henti-hentinya, laki-laki pemilik keledai ini menyampaikan nasihat. Ia juga membacakan ancaman-ancaman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an dan hadits Nabi tentang dosa membunuh dan melakukan kejahatan secara umum. 
Sayangnya, laki-laki itu tak menggubris. Nafsu membunuhnya sudah bulat. Tak bisa dicegah. Mustahil diurungkan. 
“Jika demikian,” ujar laki-laki pemilik keledai, “izinkanlah saya mendirikan shalat. dua rakaat saja.” 

  


“Baiklah,” bentak laki-laki jahat, “tapi jangan lama-lama!” 



Qadarullah, semua hafalan laki-laki pemilik keledai hilang. Saat sibuk mengingat-ingat, laki-laki tak bernurani itu membentak dan menyuruhnya bergegas. 

Akhirnya, teringatlah satu ayat oleh laki-laki pemilik keledai ini. Ia membaca firman Allah Ta’ala dalam surat an-Naml [27] ayat 62, 

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah selain Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” 

“Seketika itu juga,” tutur si laki-laki, “dari mulut lembah muncul seorang pengendara kuda membawa tombak. Dia melemparkan tombak tepat di dada laki-laki jahat itu hingga langsung tersungkur tanpa bernyawa.” 

“Siapakah engkau?” tanya laki-laki pemilik keledai penuh heran sekaligus haru terima kasih. 
“Akulah hamba-Nya Dia yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.” 

Kisah menakjubkan ini juga dituturkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. 
Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaaat, bagikan info ini agar semua orang tidak patah semangat dalam menghadapi ujian sesulit apapun.....

Sumber : kisahikmah.com